Monday, 10 December 2012

RANGKUMAN DAN TANGGAPAN TENTANG PENAMBAHAN JAM KURIKULUM BARU 2013


NAMA : MASTIN RUSMALA
NIM : 11015172
KELAS : 3D PGSD

Rangkuman atau intisari dari artikel :
JAM PELAJARAN DITAMBAH
Dalam rancanagan kurikulum baru yang disosialisasikan. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah mata pelajaran di sekolah dasar dipadatkan dari 10 mata pelajaran menjadi enam mata pelajaran. Namun jam belajar bertambah empat jam per minggu.
Di SD nantinya hanya ada mata pelajaran Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, dan Matematika sebagai mata pelajaran pokok. Mata pelajaran lain adalah olahraga dan kesehatan jasmani serta seni budaya dan prakarya. Mata pelajaran di SD IPA dan IPS tidak dihapuskan, tetapi materinya dimasukan ke pelajaran Bahasa Indonesia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muh. Nuh membantah anggapan bahwa setiap ganti menteri ganti kurikulum. Menurut dia penyempurnaan kurikulum merupakan amanat Undang-Undang. Kurikulum harus disempurnakan dengan melihat kebutuhan dan tantangan pendidikan pada masa mendatang. Kurikulum ini dirancang untuk mempersiapkan peserta didik 15-20 tahun kedepan yang sangat membutuhkan karakter kuat, kreatif, dan berilmu pengetahuan.
Meskipun demikian melakukan uji public pada akhir November samapi awal November untuk meminta masukan dari masyarakat guna penyempurnaan kurikulum. Setelah kurikulum baru disepakati, guru-guru dipersiapkan untuk menerapkan kurikulum ini mulai tahun 2013. Penyiapan guru sangat penting karena dalam kurikulum baru metode pengajaran mengalami perubahan.



Tanggapan terhadap artikel diatas :
Perombakan kurikulum baru 2013 yang rencananya akan memadatkan dalam jumlah mata pelajaran dan jam belajar akan ditambah. Hal ini sangat terlihat pada kurikulum SD yang akan diubah dari 10 mata pelajaran menjadi 6 mata pelajaran yang mana pembelajarannya dengan cara integrative-tematik.
Artinya jika kurikulum baru itu diberlakukan dan jam belajar akan ditambah, maka perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu karena jika seharian peserta didik belajar di sekolah mereka akan merasa jenuh dan pusing. Waktu bermain mereka akan tersita sehingga peserta didik yang mempunyai bakat-bakat tertentu tidak dapat mengembangkannya secara alami artinya secara kesukaan dan kegemaran yang mereka sukai tanpa aturan dari orang tua maupun lembaga.

Implementasinya :
Sebaiknya jika sekolah ingin menambah jam pelajaran haruslah melakukan sosialisasi kepada wali murid, menyediakan makan siang, adakanlah semacam ekstrakuler yang dapat mengembangkan bakat-bakat peserta didik. Sehingga penambahan jam belajar tidak mengambil waktu bermain peserta didik serta dapat melatih dan mengembangkan bakat dan karakter mereka.








Rangkuman atau intisari dari artikel :
PENAMBAHAN JAM BELAJAR PERLU DIEVALUSI
            Penambahan jam pelajaran dalam kurikulum baru 2013 perlu dipertimbangkan berbagai konsekuensinya. Penambahan jam belajar di SD dari 26 jam menjadi 30 jam per minggu.
Menteri pendidikan dan kebudayaan Muh. Nuh pada acara pemukaan mengatakan penambahan jam belajar tidak akan bermasalah. Justru jika dibandingkan dengan Negara-negara lain, jam belajar di Indonesia relative lebih rendah. Dinegara maju jam belajar siswa SD mencapai 30-36 jam.
Namun penambahan jam belajar di SD perlu di perhitungkan implementasinya pada sekolah sekolah yang masih menerapkan double shift atau kelas pagi dan siang. Selain itu juga dipikirkan bagaimana makan siang anak. Apakah sekolah siap menyediakannya. Lalu mengenai kebosanan anak terhadap aktivitas belajar yang semakin panjang perlu diperhatikan. Demikian juga damapaknya terhadap aktivitas anak disekolah, seperti madrasah pada sore hari serta kursus atau les untuk pengembangan bakat atau minat yang tak diakomodasikan sekolah.
Kurikulum baru 2013 merupakan kurikulum minimal. Untuk itu sekolah yang siap diperbolehkan mengembangkan kurikulum sendiri. Pengembangan kurikulum 2013 ini menuntut kreativitas guru dalam pembelajaran. Untuk itu pembelajaran dikembangkan dengan mengamati, menanya, menalar dan mencoba.

Tanggapan terhadap artikel diatas :
Pertimbangan aktivitas anak setelah sekolah dalam kurikulum baru 2013 yang rencananya akan menambah jam belajar haruslah memperhatikan berbagai segi;
Baik segi wali murid, peserta didik, guru dan sarana dan prasarana. Jangan sampai penambahan jam belajar membuat peserta didik merasa jenuh dan lelah terhadap aktivitas belajar. Atau membuat wali murid merasa khawatir tentang pemenuhan kebutuhan makanan peserta didik maupun dalam hal pengembangan bakat dan minat mereka yang tidak diakomodasikan sekolah.
Maka, dari itu Guru atau tenaga pendidik harus mampu mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sehingga membuat peserta didik tidak merasa jenuh walaupun jam belajar mereka ditambah disekolah.


Implementasinya :
Pembelajaran dengan penambahan jam belajar sebaiknya dilaksanakan dengan syarat-syarat yang telah disepakati dan merubah cara atau model pembelajaran yang menyenangkan sehingga tidak membuat peserta  didik bosan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.


No comments:

Post a Comment